Minggu, 07 September 2008

Nasi Goreng


Nasi goreng adalah sebuah komponen penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng.

Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.

Nasi goreng juga dikenal sebagai hidangan khas Indonesia. Ada berbagai macam resep nasi goreng tapi unsur utamanya adalah nasi, minyak goreng, kecap manis dan kecap asin. Selain itu banyak tambahan lain yang dapat dimasukkan, mulai dari sayuran, daging, daging olahan (misalnya ikan asin) sampai sambal, saos, kerupuk, sate, dan telur goreng.
Variasi Nasi Goreng
Nasi goreng baik di Indonesia maupun di negara-negara lain dapat memiliki variasi tersendiri tergantung dari daerah asal dan bumbu atau bahan yang digunakan. Variasi ini biasanya dipengaruhi oleh bahan makanan yang biasa digunakan masyarakat setempat. Beberapa variasi nasi goreng yang terkenal:
1. Nasi goreng ikan asin: Menggunakan ikan asin, salah satu variasi yang terkenal di Indonesia.
2. Nasi goreng jawa: Nasi goreng ini biasanya dibumbui dengan sambal ulek yang membuat rasanya pedas. Biasa juga digunakan sayuran seperti tauge untuk nasi goreng ini.
3. Nasi goreng kambing: Menggunakan daging kambing yang memiliki aroma khas.
4. Nasi goreng pattaya: Nasi goreng ini dibungkus dengan telur dadar.
5. Nasi goreng putih: Nasi goreng ini menggunakan kecap asin sebagai bumbunya sehingga warnanya masih keputih-putihan.
6. Nasi goreng Fukien (atau Fujian): (bukan berasal dari Fujian) adalah nasi goreng yang berasal dari daerah Kanton, biasa disajikan dengan saus di atasnya.
7. Nasi goreng Singapura: Bukan berasal dari Singapura, ini adalah masakan dari daerah Kanton dengan bumbu kare kuning.
8. Nasi goreng Yangchow (atau Yangzhou): (biasa disebut juga nasi goreng spesial) - meskipun dinamakan "Yangzhou", nasi goreng ini sebenarnya bukan berasal dari daerah Yangzhou. Biasa disajikan dengan udang dan daging panggang. Nasi goreng spesial lainnya yang terkenal adalah nasi goreng dengan telur mata sapi.
9. Nasi goreng Yuanyang: Nasi goreng yang dihidangkan dengan dua macam saus. Saus yang pertama berwarna putih dan yang kedua berwarna merah. Terkadang saus itu disajikan dalam lambang Yin Yang atau simbol Taichi.

Sumber :
Anonim, 2008, Nasi Goreng, diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_goreng tanggal 21 Agustus 2008.

Saos Tomat


Saos adalah cairan kental (pasta) yang terbuat dari bubur buah berwarna menarik (biasanya merah), mempunyai aroma dan rasa yang merangsang (asam dengan tanpa rasa pedas). Walaupun mengandung air dalam jumlah besar, saos mempunyai daya simpan panjang karena mengandung asam, gula, garam dan seringkali diberi pengawet. Saos tomat dibuat dari campuran bubur buah tomat dan bumbu-bumbu. Pasta ini berwarna merah muda sesuai dengan warna tomat yang digunakan.

Bahan

Bahan - bahannya ialah :

1. Buah Tomat

2. Bumbu yang terdiri dari bawang putih giling (300 gram), bawang merah giling (300 gram), merica bubuk (100 gram), kayu manis bubuk (30 gram), gula pasir putih bersih yang telah dihaluskan (2 kg), cabe giling (100 gram), dan garam halus (500 gram).

3. Pengawet yaitu yang biasa digunakan adalah senyawa benzoat dalam bentuk asam benzoat.

4. Pengasam.

Alat

Peralatan yang digunakan adalah :

1. Pisau perajang dan landasan perajang. Alat perajang mekanis juga dapat digunakan.

2. Penggiling rajangan tomat. Blender dapat digunakan untuk menghaluskan rajangan tomat dalam jumlah kecil menjadi bubur. Mesin penggiling digunakan untuk menggiling tomat dalam jumlah besar menjadi bubur tomat.

3. Wadah pemasak saos.

4. Kompor.

5. Tungku.

6. Penutup botol.

7. Timbangan.

8. Segel plastik.

Cara Pembuatan :

1. Pembuatan Saus

a. Tomat dicuci, bagian tangkai yang agak hitam dibuang kemudian direndam dalam air yang telah diberi kaporit 10 ppm selama 10 menit. Setelah itu, ditiriskan.

b. Tomat digiling atau diblender sampai halus sehingga diperoleh bubur tomat.

c. Bubur tomat dicampur dengan bawang putih, bawang merah, merica, kayu manis, garam, cabe, asam sitrat dan asam benzoat. Kemudian diaduk sampai rata. Setelah itu dimasak dan dibiarkan mendidih selama 20 menit dengan api kecil sambil diaduk-aduk.

d. Setelah itu ditambahkan gula pasir. Pendidihan dilajutkan sambil diaduk selama 10 menit. Kemudian pengadukan dan pemanasan diterukan dengan api sangat kecil sekedar mempertahankan bahan tetap panas. Pengemasan dilakukan pada saat saus dipanaskan ini.

2. Pengemasan

a. Botol kaca yang bersih direndam di dalam air yang mengandung kaporit 5- 10 ppm (5 sampai 10 gram kaporit per 1 m3 air) selama 30 menit di dalam wadah tahan karat. Botol disusun di dalam air peredaman tersebut dalam kondisi terbalik. Setelah itu, wadah yang berisi rendaman botol direbus sampai mendidih. Setelah mendidih api dikecilkan sekedar untuk mempertahankan air perebus tetap panas. Kondisi ini dipertahankan selama pengemasan. Sementara itu tutup botol direbus di dalam air mendidih lain. Selama pengemasan, tutup botol harus tetap berada pada air mendidih.

b. Sebuah botol dikeluarkan dari air mendidih dalam keadaan terbalik dengan menggunakan penjepit. Dengan bantuan corong, saus panas segera dituangkan dalam botol. Botol hanya diisi sampai 4 cm di bawah mulut botol. Setelah itu sebuah tutup botol yang sedang direbus segera diangkat, dipasangkan pada mulut botol dan ditutup denganbantuan alat penutup botol. Pekerjaan ini harus dilakukan secara cepat dan cermat.

c. Proses di atas diulang sampai semua saus terkemas dalam botol.

3. Sterilisasi

a. Botol yang sudah berisi saus dan tertutup rapat direbus di dalam air mendidih selama 30 menit. Proses ini kana membunuh banyak mikroba pembusuk yang dapat merusak bahan.

b. Setelah itu, botol dikeluarkan dari air mendidih dan disimpan dalam keadaan terbalik. Jika terjadi rembesan saus melalui tutup botol, tutup harus dibuka dan dilakukan kembali penutupan dengan tutup yang lain. Setelah itu botol ini harus disterilkan kembali.

4. Penyegelan

Setelah semua saus dikemas di dalam botol,segel plastik dipasang pada mulut botol. Mulut botol yang terpasang segel dicelupkan pada panas (90 0 C) beberapa detik sehingga segel mengkerut dan menempel rapat pada mulut botol.

5. Pemberian Label

Proses terakhir adalah menempelkan label pada bagian luar botol.

Sumber :

Anonim, 2001, Saos Tomat, Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Padang.

Break Even Point (BEP)

Break Even Point (BEP) atau analisis titik impas adalah suatu sarana untuk menentukan kapasitas produksi yang harus dicapai (jumlah yang harus dicapai) oleh suatu unit usaha agar memperoleh keuntungan. Dari analisis Break Even Point (BEP) ini kita dapat menerjemahkan hasilnya ke dalam keputusan-keputusan tentang :
1. Berapa kapasitas mesin yang harus dibeli.
2. Berapa jumlah tenaga kerja yang harus disiapkan.
3. Bagaimana perubahan-perubahan struktur biaya terhadap kuantitas produksi yang menguntungkan.
Aplikasi analisis Break Even Point (BEP) pada permasalahan produksi biasanya digunakan untuk menentukan tingkat produksi yang bisa mengakhibatkan perusahaan berada pada posisi impas. Untuk mendapatkan posisi impas maka harus dicari fungsi biaya maupun pendapatnya, dimana total biaya sama dengan total pendapatan.
Ada 3 komponen biaya yang menyusun biaya total :
1. Biaya-biaya tetap (Fixed Cost) yang meliputi biaya investasi, biaya pembangunan pabrik, biaya pembelian mesin dan peralatan, dan sebagainya.
2. Biaya-biaya variabel (Variabel Cost) yang meliputi biaya pembuatan produk mulai dari bahan baku, bahan tambahan dan sebagainya.
3. Biaya-biaya over head (Over Head Cost) yang meliputi biaya listrik, gaji bulanan dan sebagainya.

Kondisi impas dapat dituliskan dengan persamaan berikut :
TC = (FC + OC) + (VC x X)
TR = p x X
karena
TR = TC atau p x X = (FC + OC) + (VC x X)

Maka






Dimana :

TC = Total biaya pembuatan produk X

FC = Biaya-biaya tetap pembuatan produk X

VC = Biaya-biaya variabel pembuatan produk X

OC = Biaya-biaya over head pembuatan produk X

TR = Total pendapatan dari penjualan produk X

p = Harga jual produk X

X = Volume produksi

Unit usaha akan mendapat keuntungan apabila dapat berproduksi diatas titik X (di atas titik impas). Hal ini dapat dilihat pada gambar berikut :













PT Sawdust Rakyan Bhumi adalah perusahaan pengumpul dan pengeringan serbuk gergaji yang digunakan sebagai biomass energy untuk pembangkit listrik. Perusahaan ini memiliki dua buah unit bangunan pengering tenaga surya dengan investasi sebesar Rp. 50 juta/unit. Perusahaan ini membeli serbuk gergaji dari industri penggergajian kayu dengan harga Rp. 150.000/Ton. Biaya overhead yang berupa gaji karyawan 1 tahun adalah Rp 20 juta. Harga jual adalah 250.000/Ton. Produksi 1 tahun adalah 6000 ton. Lalu BEP dapat dicapai pada volume produksi berapa?


Investasi (Fixed Cost)

Investasi

Biaya (Rp)

Jumlah (unit)

Total (Rp)

Bangunan Pengering

50,000,000.00

2

100,000,000.00

Variabel Cost

Biaya pembuatan 1 Ton Sawdust Kering

No

Bahan Baku

Biaya /Ton (Rp/Ton)

1

Serbuk Gergaji

150,000

Total

150,000

Over Head Cost

No

Keterangan

Jumlah (Rp)

1

Gaji Karyawan

20,000,000.00

Penyelesaian :








Analisis :

Jadi perusahaan ini mulai mendapatkan keuntungan setelah volume produksi serbuk gergaji kering mencapai 1.200 Ton. Perusahaan ini dikatakan layak karena titik impas lebih rendah daripada produksi tahunan yaitu 6.000 Ton. Artinya dalam produksi selama satu tahun, unit produksi ini sudah mendapatkan banyak keuntungan.

Sumber :

Nasution, AH, 2006, Manajemen Industri, Andi, Yogyakarta.


Pasta


Pasta adalah makanan olahan yang digunakan pada masakan Italia, dibuat dari campuran tepung terigu, air, telur, dan garam yang membentuk adonan yang bisa dibentuk menjadi berbagai variasi ukuran dan bentuk. Pasta dijadikan berbagai hidangan setelah dimasak dengan cara direbus. Di Indonesia, jenis pasta yang populer misalnya spageti, makaroni dan lasagna.

Dalam bahasa Inggris, pasta adalah sebutan untuk berbagai jenis masakan dengan bahan utama salah satu jenis pasta yang diberi bumbu dan saus. Pasta berasal dari bahasa Italia "pasta alimentare" yang berarti adonan bahan makanan. Dalam arti luas, "pasta" bisa berarti semua adonan seperti adonan roti, pastry, atau cake. Dalam bahasa Italia, pasta yang berarti bahan makanan seperti mi disebut pastasciutta.

Pasta dibuat dari tepung terigu semolina yang merupakan hasil gilingan biji gandum durum dicampur telur sehingga sedikit berwarna kuning cerah, dan bila dimasak dengan benar akan menghasilkan tekstur sedikit kenyal. Pasta buatan Amerika sering dibuat dari campuran tepung terigu Farina dan Semolina, sehingga mempunyai tekstur yang lebih lembut untuk dijadikan hidangan seperti kaserol.

Di luar negara asalnya di Italia, pasta biasanya dijual di dalam kemasan dalam bentuk kering. Pasta kering dibuat di pabrik dengan menggunakan mesin ekstrusi yang mendorong keluar adonan pasta melalui lubang-lubang saringan. Bentuk-bentuk pasta yang lain diperoleh dengan menggiling adonan pasta menjadi lembaran yang kemudian dipotong-potong atau dicetak.

Pasta segar buatan rumah tangga dan restoran dibentuk dengan tangan beberapa saat sebelum pasta direbus. Pasta segar memerlukan waktu masak yang singkat, namun pasta segar tidak tahan lama disimpan karena memiliki kadar air yang tinggi. Pasta kering bisa tahan lama disimpan hingga 3 tahun atau lebih karena hanya memiliki kandungan air sebanyak 10%. Pasta yang sudah dimasak dan tinggal dipanaskan dengan oven microwave juga sering dijumpai di bagian makanan beku pasar swalayan.

Sejarah

Makanan mirip pasta banyak dijumpai di berbagai tempat di dunia sejak zaman dulu, terutama di wilayah dengan penduduk yang menjadikan gandum dan serealia sebagai makanan utama. Gandum yang sudah digiling sering dimasak sebagai bubur atau dihaluskan menjadi tepung dan dibuat roti. Pasta kemungkinan besar merupakan alternatif dari bubur atau roti, karena pasta merupakan makanan awetan yang dibuat tanpa perlu dimasak.

Di Eropa, catatan tertulis paling tua tentang makanan serupa mi ditemukan pada hiasan makam orang Etruscan di Italia Tengah yang berasal dari tahun 400 SM. Di Tiongkok, mi sudah dikenal sejak tahun 2000 SM berdasarkan hasil penggalian di situs Lajia (Tiongkok barat) yang terletak di tepi Sungai Kuning. Di bawah lapisan tanah jenis tanah loess yang tebal di situs penggalian yang sudah rusak akibat gempa bumi dan banjir ditermukan mi berwarna kuning di dalam panci tanah liat yang terbalik. Panjang mi sekitar setengah meter dengan diameter 3 milimeter. Hasil analisis menunjukkan mi dibuat dari tepung biji milet.

Jenis Pasta

Pasta terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Di Italia terdapat lebih dari 650 jenis pasta dan hampir setiap tahun tercipta bentuk yang baru. Pasta yang berbentuk seperti panjang-panjang seperti mi disebut spageti, variasi yang lebih kurus disebut vermicelli, variasi yang panjang dan pipih seperti kwetiau disebut linguine, sedangkan versi yang agak tebal disebut fettucine.

Nama jenis pasta biasanya diambil berdasarkan nama-nama bentuk pasta dalam bahasa Italia. Pasta berbentuk pendek-pendek seperti pena disebut penne, sedangkan pasta berbentuk kupu-kupu disebut farfalle.

Pelengkap & Penghidangan Pasta

Pasta biasa dihidangkan dengan saus, parutan keju, cincangan daging, ikan dan sebagainya. Di Italia utara saus yang biasa digunakan adalah pesto dan ragù alla bolognese. Sedangkan di Italia tengah saus yang biasa digunakan adalah saus tomat, amatriciana dan carbonara. Lain lagi di Italia selatan, saus merupakan campuran dari tomat berbumbu, bawang putih, saus minyak zaitun yang dihidangkan bersama cincangan sayuran dan cincangan ikan. Mammamia.......!!!!!. Cara penghidangan pasta pun banyak variasinya, diantaranya puttanesca, pasta alla norma (pasta dengan tomat, terung dan keju bakar atau segar), pasta con le sarde (Pasta dengan ikan sarden segar, berbumbu pine nuts, adas dan minyak zaitun), spaghetti aglio, olio e peperoncino (pasta dengan bumbu, bawang putih dan merica).

Pasta juga dapat dihidangkan menurut gaya hidangan lokal. Misalnya di Hong-Kong, Pasta (Spagetti dan Macaroni) dimasak dengan gaya Cina, yaitu dengan merebusnya, kemudian disajikan dengan kaldu,potongan daging bebek, dan jamur merang. Anda dapat menjumpai makanan ini di daerah Cha Chaan Tengs, Hong-Kong. Kalau di Indonesia...????. Yah, siapa tahu ada pasta yang disajikan dengan sambal kacang.

Sumber :

Anonim, 2008, Pasta Shapes, diakses dari www.food-info.net tanggal 21 Agustus 2008.

Anonim, 2008, History of Pasta, diakses dari www.lifeinitaly.com tanggal 21 Agustus 2008.

Anonim, 2008, How to Cook Dry Pasta, diakses dari www.annamariavolpi.com tanggal 21 Agustus 2008.

Anonim, 2008, Homemade Pasta, diakses dari www.cookandsave.com tanggal 21 Agustus 2008.

Lu, Houyuan, et al. (13 October 2005). "Culinary archaeology: Millet noodles in Late Neolithic China". Nature 437: 967–968. DOI:10.1038/437967a. news abstract.

Serventi, Silvano; Françoise Sabban (2002). Pasta: The Story of a Universal Food, Trans. Antony Shugaar, New York: Columbia University Press, 10. ISBN 0231124422.

Jumat, 05 September 2008

Donat

Donat (doughnuts atau donut) adalah makanan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai, jelly, krim, dan custard.

Donat sama sekali berbeda dengan Bagel, mulai dari bahan adonan, teknik pembuatan hingga cara menghidangkan, walaupun keduanya memiliki bentuk yang hampir sama.

Donat bisa dibentuk dengan menyatukan kedua sisi adonan berbentuk persegi panjang hingga membentuk cincin atau menggunakan pemotong otomatis yang sekaligus membuat lubang di tengah adonan donat. Lubang pada donat berbentuk cincin dulunya dimaksudkan agar donat cepat matang sewaktu digoreng. Adonan donat yang tersisa sewaktu membuat donat berbentuk cincin sering dijual sebagai doughnut hole atau dicampurkan lagi ke dalam adonan untuk membuat donat baru.

Adonan donat terdiri dari dua jenis, adonan yang dibuat dengan ragi seperti adonan roti, dan adonan kental seperti adonan cake. Donat dari adonan tepung yang memakai ragi biasanya kadar lemak 25% dari berat donat, sedangkan donat adonan cake mengandung kadar lemak 20%. Donat dari adonan cake digoreng selama 90 detik bolak-balik di dalam minyak bersuhu antara 190 o C hingga 198 o C. Sedangkan donat dari adonan tepung yang dibuat oleh ragi memerlukan waktu penggorengan yang lebih lama (sekitar 150 detik) di dalam minyak bersuhu 182 o C hingga 190 o C.

Setelah matang, permukaan donat bisa dihias dengan taburan gula halus bercampur bubuk kayu manis, dicelup glasir berupa campuran madu dan gula, disiram coklat cair dan ditaburi coklat butir beraneka warna di atasnya. Selai, jelly atau custard yang menjadi isi donat disuntikkan dengan alat spuit.

Sejarah Donat
Asal-usul donat sering menjadi sumber perdebatan. Salah satu teori mengatakan donat dibawa ke Amerika Utara oleh imigran dari Belanda yang juga mempopulerkan hidangan penutup lain, seperti: kue kering, pai krim (cream pie) dan pai buah (cobbler). Cerita lain mengatakan donat berbentuk cincin diciptakan kapten kapal asal Denmark bernama Hanson Gregory. Sang kapten sering harus menyetir kapal dengan kedua belah tangan karena kapal sering dilanda badai. Kue gorengan yang dimakan ketika sedang menyetir ditusukkan ke roda kemudi kapal, sehingga kue menjadi bolong. Kebetulan bagian tengah kue juga sering belum matang, sehingga donat sengaja dibuat berlubang di tengah agar permukaan donat yang terkena minyak bertambah dan donat cepat matang.

Kue berbentuk bola-bola kecil bernama doughnuts atau olykoeks pertama kali disebut-sebut dalam buku History of New York oleh Washington Irving[1] di tahun 1809. Donat dalam ejaan tradisional bahasa Inggris disebut doughnut, sedangkan orang Amerika biasa menulis donat sebagai donut atau doughnut. Istilah donut pertama kali digunakan di dalam artikel surat kabar Los Angeles Times 10 Agustus, 1929. Penulis bernama Bailey Millard dengan berkelakar menulis kalimat "can't swallow the 'wel-dun donut' nor the ever so 'gud bred'," sebagai keluhan atas kemampuan mengeja di kalangan orang Amerika yang semakin menurun. Penggunaan dua cara penulisan, donut atau doughnut ditemukan dalam serangkaian artikel surat kabar The New York Times tentang "National Donut Week" yang meliput World's Fair tahun 1939. Dalam 4 artikel yang dimulai tanggal 9 Oktober 1939, ejaan "donut" muncul 2 kali.

Dunkin' Donuts yang didirikan tahun 1940 dengan nama Open Kettle di Quincy, Massachusetts, Amerika Serikat merupakan perusahaan tertua yang menulis donat sebagai "donut", walaupun sebenarnya perusahaan Mayflower Donut Corporation yang didirikan setelah Perang Dunia II merupakan perusahaan pertama yang menulis donat sebagai "donut".

Sejarah Donat di Indonesia.
Di tahun 1968, stan American Donut di Djakarta Fair (sekarang disebut Pekan Raya Jakarta) merupakan perintis donat yang digoreng dengan mesin otomatis. Sejak itu, American Donut memiliki tradisi tahunan membuka stan di Pekan Raya Jakarta hingga sekarang.

Di tahun 1985, Dunkin’Donuts membuka gerai pertama di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat yang terus berkembang menjadi lebih dari 200 gerai di berbagai kota di Indonesia.[2] Yang kemudian diikuti dengan donat-donat waralaba asing lainnya seperti Master Ring, Master Donut, dan Mister Donut. [3]

Demam donat dibangkitkan kembali oleh J.CO Donuts & Cofee yang membuka gerai pertamanya di Super Mall Karawaci pada tanggal 26 Juni 2005.[4] Keberhasilan J.CO diikuti Krispy Kreme yang membuka gerai donatnya yang pertama di Mal Pondok Indah 2 pada tanggal 31 Agustus 2006.[5] J.CO sebagai merek lokal didirikan oleh Johnny Andrean seorang penata rambut terkemuka di Indonesia.

Donat produksi industri kecil biasanya dijajakan berkeliling menggunakan sepeda atau sepeda motor. Di dalam bus, pedagang asongan menjual donat kemasan kotak dengan cara unik. Donat dalam kemasan dibagi-bagikan ke pangkuan penumpang untuk kemudian dikumpulkan kembali kalau penumpang tidak berminat. Donat jenis ini disebut juga sebagai donat kampung untuk membedakannya dengan donat-donat yang dijual di mal dan restoran

Sumber :
[1] etimonline.com Online Etymology Dictionary.
[2] Anonim, 2004, Dunkin' Donuts Indonesia. Dunkin' Donuts Indonesia. URL diakses pada 21 Februari 2008
[3] Anonim, 2008, Pasar Kue Donat Semakin Menggiurkan, Kompas, Jakarta.
[4] Firdanianty, Handayani, T. Jurus Johnny di Donat. SWA. URL diakses pada 21 Februari 2008
[5] Sartono, F, 2008, "Doughnuts", "Donuts", Donat sang Primadona. Kompas. URL diakses pada 21 Februari 2008

Pranala Lain :
Jones, Charlotte Foltz (1991). Mistakes That Worked. Doubleday. ISBN 0-385-26246-9. - Origins of the doughnut hole
Rosana G Moreira et al, Deep Fat Frying: Fundamentals and Applications. ISBN 0-8342-1321-4
Rodney Drago (1973 B.C.), "XC Coaches: The Diet Behind success" Cankels Press Corp, Sayville, NY
Edge, John T. (2006). Donuts: An American Passion. Putnam. ISBN 0-399-15358-6.

Selai



Selai atau selei (bahasa Inggris: jam, bahasa Perancis: confiture) adalah salah satu jenis makanan awetan berupa sari buah atau buah-buahan yang sudah yang sudah dihancurkan, ditambah gula dan dimasak hingga kental atau berbentuk setengah padat [3]. Selai tidak dimakan begitu saja, melainkan untuk dioleskan di atas roti tawar atau sebagai isi roti manis. Selai juga sering digunakan sebagai isi pada kue-kue seperti kue Nastar atau pemanis pada minuman, seperti yogurt dan es krim [1].




Selai yang di dalamnya masih ditemukan potongan buah dalam berbagai ukuran disebut preserve atau conserves, sedangkan selai yang dibuat dari sari buah dan kulit buah genus Citrus disebut marmalade.

Langkah pertama dalam pembuatan selai adalah memotong-motong atau memblender buah-buahan terlebih dahulu. Buah yang sudah dipotong-potong atau diblender, dicampur gula dan air. Proporsi gula dan buah-buahan tergantung pada tingkat kematangan buah dan tipe dari buah-buahan. Ketika suhu mencapai 104 o C, pektin yang dikandung buah-buahan atau sari buah bereaksi dengan gula dan asam membuat selai menjadi kental. Buah-buahan dengan kadar pektin atau keasaman yang rendah perlu ditambahkan pektin atau asam agar selai bisa menjadi kental [2]. Walaupun terlihat mudah, namun beberapa buah kandungan pektin kurang seperti : gooseberries, redcurrants, blackcurrants, citrus, apel, raspberries, strawberries dan blackberries. Sehingga perlu ditambahkan pektin tambahan jika buah-buahan tersebut ingin dibuat selai. Produk pektin komersial sudah banyak diproduksi dan dijual di pasaran [1].

Buah-buahan yang dijadikan selai biasanya buah yang sudah masak, tapi tidak terlalu matang dan mempunyai rasa sedikit masam. Buah-buahan yang umum dijadikan selai, misalnya: stroberi, blueberi, aprikot, apel, anggur, pir, dan fig. Selain itu, selai bisa dibuat dari sayur-sayuran seperti wortel dan seledri [1].

Di Indonesia, sebagian besar selai dibuat dari buah-buahan tropis seperti: nanas, lobi-lobi, srikaya, jambu biji, pala, dan ceremai. . Buah-buah lain yang dapat dijadikan selai adalah belimbing, belimbing wuluh, cempedak, pepaya, pisang, sirsak dan ubi jalar [4]. Selain itu ada juga selai yang dibuat dari kacang tanah. Selai kacang adalah sebutan bahasa Indonesia untuk peanut butter yang dibuat dari kacang tanah yang sudah dihaluskan dicampur mentega atau margarin.

Pembuatan selai dapat dilakukan mulai dari industri rumah tangga, industri kecil, hingga industri besar. Usaha ini apabila dikelola dengan baik dapat memberikan keuntungan yang besar sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga (khusus untuk industri rumah tangga) [4].

Sumber :

[1] Anonim, 2008, Selai, diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Selai tanggal 1 Agustus 2008.

[2] Anonim, 2001, Grading Manual for Fruit Jelly Fruit Preserves, diakses dari http://en.wikipedia.org/wiki/Fruit_preserves#Jam tanggal 31 Juli 2008.

[3] Berolzheimer R (ed) et al, 1959, Culinary arts institute encyclopedic cookbook (revised), Culinary arts institute, Chicago USA. pp831-832.

[4] Fachrudin , L, 1997, Membuat Aneka Selai, Kanisius, Yogyakarta



Lumpia Semarang

Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang. Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orang Tionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia. Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Di Semarang dewasa ini ada lima ”aliran” lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing–Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe–Wasih.

Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.

Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.

Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.

Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.

Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.

Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang ”luar” yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.

Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.

Sumber :
Anonim, 2008, Lumpia Semarang, diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Lumpia_Semarang tanggal 1 Agustus 2008.