Anda tahu bekicot? hewan yang satu ini merupakan hewan bercangkang, berlendir yang sering dijumpai di sekitar kita. Bekicot dapat diolah menjadi bahan makanan, salah satunya adalah tepung bekicot. Pembuatan tepung bekicot merupakan usaha untuk menghindari kesan menjijikkan terhadap bekicot dengan jalan mengolahnya menjadi bentuk yang berbeda dengan sewaktu hidupnya dan juga bertujuan untuk memperpanjang masa simpan. Penggunaan tepung bekicot adalah sebagai bahan tambahan pada makanan bayi, bahan campuran pembuatan kerupuk dan makanan lain [1].
Bekicot sendiri mengandung protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan daging ayam, daging sapi dan telor. Setiap 100 daging bekicot mentah mengandung protein sebanyak 15,8 gram dan lemak 0,9 gram. Tenaga yang dihasilkan tiap 100 gram daging bekicot sebanyak 97 kilo kalori atau lebih besar dari tenaga yang dihasilkan oleh daging yang diternak lain [1].
Bahan pembuatan tepung bekicot adalah 2 kg (100 ekor) bekicot hidup, 400 gram garam dapur, 5 – 10 lembar daun jeruk, 50 liter Air, 1 – 2 gram Natrium benzoate, kayu bakar atau minyak tanah secukupnya, dan cuka 25 % secukupnya. Peralatan pembuatan tepung bekicot adalah ember plastic, tampah atau kawat kasa, pengaduk, kompor, pencukil atau pengukit kecil, panci aluminium atau belanga tanah liat, oven (bila perlu), ayakan halus atau tapisan, alat penumbuk, dan pisau [1].
Cara pembuatan tepung bekicot adalah pertama-tama simpan bekicot hidup ukuran sedang dalam bak penampungan selama 2 hari 2 malam untuk mengurangi jumlah kotoran dan lendir, kemudian masukkan dalam ember; Taburi garam dapur 250 gram; Aduk dengan pengaduk kayu selama 15 menit, sampai lendir banyak yang keluar; Tiriskan selama 15 menit, kemudian masukkan ke dalam ember lain dan taburi 150 gram garam; Aduk selama 15 menit, lalu diamkan selama 15 menit, kemudian cuci sampai bersih dari lendir; Rebus dalam belanga tanah liat selama 20 menit sampai mendidih, setelah itu tiriskan dan angin-anginkan; Pisahkan cangkang dari daging tubuh dengan alat pengukit; Pisahkan kotoran dari bagian daging kemudian cuci sampai bersih; Rebus selama 20 menit sampai mendidih. Bubuhi 5 – 10 lembar daun jeruk nipis dan cuka untuk menghilangkan bau amis; Tiriskan dan angin-anginkan sampai dingin dan kering.. Setelah itu, potong tipis daging bekicot yang sudah matang; Keringkan dengan sinar matahari selama 16 jam atau menggunakan oven dengan suhu 500 - 550 C selama 6 jam. Pengeringan dianggap selesai bila daging bekicot dapat dipatahkan dengan tangan; Tumbuk sampai halus, kemudian ayak sampai diperoleh tepung bekicot [1].
[1] Perhimpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, 1983, Usaha Pengawetan Daging Bekicot, Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar